Kunjungi Sekolah Rakyat Cikarang, Seskab Teddy Terharu Dengar Cita-cita Anak Yatim

Pemerintahan / Redaksi verified / 26 Oktober 2026 20:07 WIB / Dibaca: 13 kali / Waktu Baca: 2 menit

Kunjungi Sekolah Rakyat Cikarang, Seskab Teddy Terharu Dengar Cita-cita Anak Yatim

CIKARANG PUSAT - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026) malam.

Kunjungan tersebut dilakukan Teddy sepulang dari Hambalang, Bogor, untuk melihat langsung aktivitas keseharian para siswa, termasuk kondisi fasilitas pendidikan dan kehidupan anak-anak di lingkungan asrama.

Didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Teddy tiba sekitar pukul 20.50 WIB. Kedatangannya disambut antusias oleh para siswa yang tengah berada di asrama putra jenjang SMA.

Suasana berlangsung hangat ketika para siswa menyanyikan lagu Ku Tak Bisa milik Slank dan Laskar Pelangi dari Nidji. Teddy bahkan ikut bernyanyi bersama sebelum meninjau fasilitas sekolah dan berbincang dengan para siswa.

"Tadi malam, sepulang dari Hambalang, saya menyempatkan diri mampir ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Jawa Barat. Sengaja datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, karena ingin melihat langsung keseharian anak-anak menjelang waktu istirahat malam," ujar Teddy melalui keterangan yang disampaikan Sekretariat Kabinet, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungannya, Teddy mengapresiasi kondisi sekolah yang memiliki gedung baru, fasilitas lengkap, serta dukungan tenaga pendidik dan wali asrama yang mendampingi para siswa setiap hari.

Namun, perhatian Teddy tidak hanya tertuju pada fasilitas pendidikan. Ia juga mendengarkan kisah kehidupan dan cita-cita sejumlah anak yang kini mendapatkan kesempatan bersekolah melalui program pemerintah tersebut.

Salah satunya Al Tariq, seorang siswa yang kehilangan kedua orang tuanya sejak berusia tiga tahun. Di tengah keterbatasan hidup yang dialaminya, Al Tariq menyimpan cita-cita besar untuk menjadi dokter spesialis.

"Saya juga berkesempatan mendengar banyak cerita dari anak-anak. Salah satunya Al Tariq, yang sejak usia 3 tahun telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini, di Sekolah Rakyat, ia kembali memiliki kesempatan untuk belajar dan punya cita-cita besar, ingin menjadi dokter spesialis terhebat di Indonesia suatu hari nanti," ungkap Teddy.

Kisah Al Tariq menjadi salah satu gambaran bagaimana akses pendidikan dapat membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang menghadapi keterbatasan dalam kehidupan.

Teddy menyebut, dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah dibangun dan membuka akses pendidikan bagi lebih dari 45 ribu anak.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk melalui fasilitas pendidikan berasrama dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan serta mengembangkan potensi mereka.

"Semoga seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, dapat meraih cita-cita mereka kelak," harap Teddy.

Topik Terkait

Pemerintahan Cikarang Kunjungi Sekolah Rakyat Seskab
Artikel Selanjutnya
Kemarau, Situ Buleud Taman Air Sri Baduga Purwakarta Mengering Daerah Kemarau, Situ Buleud Taman Air Sri Baduga Purwakarta Mengering 1 jam lalu
RUANG DISKUSI

Bagaimana pendapatmu?

Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.

Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.

Komentar pembaca
Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.