Buntut Siswa SD Meninggal Diduga Jadi Korban Perundungan, Ratusan Orang Tua Geruduk Sekolah
PEMALANG - Ratusan orang tua siswa dan warga menggelar aksi unjuk rasa di SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026). Aksi tersebut merupakan buntut meninggalnya seorang siswa kelas 2 berusia 7 tahun yang diduga mengalami perundungan oleh kakak kelasnya.
Sejak pagi, massa mendatangi lingkungan sekolah untuk menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas kasus tersebut. Aksi berlangsung sekitar pukul 09.30 hingga 11.30 WIB dan sempat diwarnai aksi saling dorong ketika sejumlah warga berusaha masuk ke lingkungan sekolah. Aparat keamanan turut berjaga untuk mengantisipasi situasi semakin memanas.
Kematian siswa tersebut memicu keresahan para orang tua. Mereka khawatir dugaan perundungan di lingkungan sekolah dapat mengancam keselamatan anak-anak lainnya apabila tidak ditangani secara serius.
Massa meminta pihak sekolah terbuka mengenai peristiwa yang terjadi dan mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Sejumlah peserta aksi juga menuntut evaluasi terhadap pihak sekolah serta tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Salah seorang peserta aksi, Yahrul (39), mengatakan persoalan tersebut harus mendapatkan perhatian serius karena telah menyangkut keselamatan seorang anak.
“Kalau ini kan sudah keterlaluan, sudah menyangkut nyawa anak. Jadi harus ditindaklanjuti,” ujarnya.
Plt Bupati Pemalang Nurkholes turut mendatangi lokasi sekitar pukul 10.10 WIB dan menemui perwakilan warga serta orang tua siswa. Pertemuan dan audiensi berlangsung sekitar satu jam lebih.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus meninggalnya siswa tersebut. Polisi telah meminta keterangan keluarga dan sejumlah saksi. Autopsi terhadap jenazah juga dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum proses penyelidikan selesai dan memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum.
Aksi para orang tua dan warga ini sekaligus menjadi desakan agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu memberikan rasa aman bagi setiap anak. Mereka berharap kasus tersebut diusut secara transparan sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Topik Terkait

Komentar
Belum ada komentar nih, yuk komentarin.
Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar