Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL Sepanjang 16 Kilometer, Ditargetkan Rampung Desember 2026
TAMBUN UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) melakukan normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang kurang lebih 16 kilometer. Pekerjaan yang dilaksanakan dalam dua segmen tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Normalisasi ini dilakukan untuk mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air, sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah Kecamatan Tambun Utara, Sukawangi, dan sekitarnya.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau langsung progres pekerjaan normalisasi di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Selasa (13/10/2026). Dalam kunjungannya, Asep didampingi Sekretaris Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi Denny Rusnandi, Kepala Satpol PP, serta unsur pemerintah kecamatan.
“Alhamdulillah, setelah kunjungan di Kecamatan Cabangbungin dan Sukakarya, sekarang saya meninjau Kali CBL. Kita melihat langsung progres normalisasi yang diharapkan dapat mengurangi banjir di wilayah Tambun Utara dan Sukawangi,” ujar Asep.
Menurutnya, normalisasi Kali CBL menjadi salah satu langkah penting pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sungai, terutama menghadapi peningkatan debit air saat musim penghujan.
Sebelum pekerjaan dilaksanakan, Satpol PP Kabupaten Bekasi juga telah melakukan penertiban terhadap sejumlah bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. Penertiban tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran normalisasi sekaligus mengembalikan fungsi kawasan bantaran sungai.
Asep menjelaskan, pekerjaan normalisasi mencakup dua segmen, yakni dari Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, menuju Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, sepanjang sekitar 10 kilometer. Sementara segmen berikutnya sepanjang kurang lebih 6 kilometer mengarah ke wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi terus bekerja. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan,” katanya.
Selain meninjau progres pekerjaan, Asep juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dan penyerapan anggaran. Ia menargetkan realisasi anggaran Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi mencapai 97 persen, sementara pelaksanaan fisik pembangunan diupayakan mendekati 100 persen.
“Dalam dua bulan ke depan, pekerjaan infrastruktur akan terus kita kebut. Saya akan kembali turun ke lapangan untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan dan penyerapan anggarannya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi Denny Rusnandi menjelaskan, normalisasi Kali CBL dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan dengan jadwal dan panjang penanganan berbeda.
Pada segmen pertama, pekerjaan dimulai sejak 1 September dan dijadwalkan selesai pada 29 Desember 2026. Dari total panjang penanganan sekitar 10 kilometer, pekerjaan yang telah dilaksanakan mencapai kurang lebih 950 meter dengan dukungan 11 unit ekskavator.
“Pada segmen pertama dari Desa Kalijaya Cikarang Barat pekerjaan berlangsung mulai 1 September hingga 29 Desember 2026, dengan panjang penanganan sekitar 10 kilometer yang hingga saat ini progres fisik yang telah dikerjakan mencapai kurang lebih 950 meter dan jumlah alat berat 11 unit excavator,” ucapnya.
Adapun pekerjaan segmen kedua dimulai dari Jembatan Pulo Puter, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, menuju Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi. Pekerjaan sepanjang sekitar 6 kilometer ini berlangsung sejak 31 Agustus dan ditargetkan selesai pada 28 Desember 2026.
“Pelaksanaan normalisasi pada pekerjaan kedua dimulai dari Jembatan Pulo Puter, Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara, dilaksanakan pada 31 Agustus hingga 28 Desember 2026, dengan panjang penanganan sekitar 6 kilometer saat ini progres pekerjaan telah mencapai kurang lebih 2.450 meter didukung 10 unit ekskavator,” jelasnya.
Denny mengungkapkan, berdasarkan kondisi di lapangan, Kali CBL belum pernah mendapatkan normalisasi sejak dibangun. Akibatnya, sedimentasi terus menumpuk hingga menyebabkan pendangkalan dan penyempitan badan sungai.
Kondisi tersebut turut menghambat aliran air dari sejumlah saluran yang bermuara ke Kali CBL. Ketika intensitas hujan meningkat, kapasitas sungai yang berkurang berpotensi memperbesar risiko luapan air ke kawasan permukiman.
Meski demikian, pelaksanaan normalisasi masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keberadaan bangunan liar di sepanjang alur sungai, khususnya wilayah Desa Kalijaya, hingga kondisi tanah yang rawan longsor di sekitar Jembatan Pulo Puter, Desa Srimahi. Selain itu, tumpukan sampah juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap normalisasi sepanjang 16 kilometer tersebut dapat meningkatkan daya tampung sungai dan memperlancar aliran air menuju wilayah hilir.
“Melalui kegiatan normalisasi Kali CBL sehingga kapasitas sungai semakin optimal, aliran air lebih lancar, dan potensi banjir yang selama ini mengancam permukiman warga di wilayah Tambun Utara dan Sukawangi dapat ditekan, khususnya saat intensitas hujan meningkat,” tutupnya.
Topik Terkait

Bagaimana pendapatmu?
Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.
Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.