Hilang 10 Hari Usai Pamit Beli Makan, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2
TASIKMALAYA – Seorang siswi SMK asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang selama 10 hari akhirnya ditemukan di sebuah apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten.
Pelajar berusia 16 tahun berinisial DL tersebut ditemukan dalam kondisi selamat di Apartemen Tokyo PIK 2 setelah polisi melakukan penyelidikan dan pelacakan keberadaannya.
Kasus ini bermula pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban yang merupakan siswi kelas X SMK meninggalkan tempat kosnya di Kampung Simpang, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, dengan alasan hendak membeli makanan di warung nasi.
Namun, setelah berpamitan, korban tak kunjung kembali ke tempat tinggalnya. Keluarga yang khawatir kemudian berusaha mencari keberadaan korban secara mandiri, tetapi tidak membuahkan hasil hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri membenarkan bahwa korban telah ditemukan setelah dilakukan pencarian bersama jajaran kepolisian.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang," ujar Heru, Senin (12/10/2026).
Polisi berhasil melacak keberadaan korban kurang dari 24 jam setelah menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Proses pencarian melibatkan Satreskrim Polres Tasikmalaya, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta koordinasi dengan Polda Metro Jaya.
Dalam proses pencarian, petugas sempat mengalami kesulitan menentukan titik keberadaan korban karena hasil pelacakan awal mengarah ke kawasan permukiman padat penduduk yang berada di seberang apartemen.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, petugas akhirnya berhasil menemukan korban di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten.
Meski ditemukan dalam kondisi selamat, korban belum dapat memberikan keterangan secara maksimal mengenai alasan dirinya meninggalkan tempat tinggal hingga berada di apartemen tersebut.
Korban kemudian dibawa ke Tasikmalaya dan ditempatkan di rumah aman yang disediakan pemerintah daerah untuk mendapatkan pendampingan serta pemulihan psikologis.
"Sudah ditempatkan di Rumah Aman karena masih harus mendapat penanganan pemulihan psikologisnya," kata Heru.
Sementara itu, perkembangan penyelidikan pada Selasa (13/10/2026) mengungkap fakta baru. Polisi menemukan bahwa korban tercatat sebagai penghuni apartemen dengan menggunakan identitas fiktif atau nama yang berbeda dari identitas aslinya.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner Ringgo mengatakan kondisi psikologis korban mulai menunjukkan perkembangan. Sebelumnya, korban cenderung diam dan hanya merespons pertanyaan melalui anggukan atau gelengan kepala.
"Kondisi korban mulai membaik, sudah bisa komunikasi," kata Josner.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab korban menghilang maupun bagaimana remaja tersebut bisa berada di kawasan PIK 2.
Penyidik masih mendalami sejumlah keterangan saksi untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut. Kepolisian bersama lembaga perlindungan anak juga memprioritaskan pemulihan kondisi korban sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi dari kepolisian mengenai dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Topik Terkait

Bagaimana pendapatmu?
Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.
Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.