Ibu Mengaku Harus Gendong Anak dari Start sampai Finish, Penggunaan Stroller Brand Ambassador Jadi Sorotan

Nasional / Redaksi verified / 5 Oktober 2026 12:52 WIB / Dibaca: 86 kali / Waktu Baca: 2 menit

Ibu Mengaku Harus Gendong Anak dari Start sampai Finish, Penggunaan Stroller Brand Ambassador Jadi Sorotan

SURABAYA - Gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang berlangsung di Balai Kota Surabaya, Minggu (4/10/2026), menjadi perbincangan di media sosial. Seorang peserta mengaku kecewa setelah tidak diperbolehkan menggunakan stroller saat mengikuti perlombaan, sementara seorang brand ambassador terlihat menggunakan fasilitas serupa.

Keluhan tersebut disampaikan melalui akun media sosial @nikmahrafik. Ia mengaku membawa anak ketika mengikuti event dan telah meminta izin terkait penggunaan stroller sejak pengambilan BIB. Namun saat perlombaan berlangsung, stroller yang dibawanya disebut tidak diperbolehkan digunakan.

Akibatnya, ia mengaku harus mengikuti perlombaan sambil menggendong anak hingga garis finish. Pengalaman itu kemudian dibandingkan dengan Olivia Tommy, jebolan MasterChef Indonesia musim kedelapan yang disebut sebagai brand ambassador event. Olivia terlihat mengikuti kegiatan sambil mendorong stroller.

Perbedaan perlakuan tersebut kemudian memicu perdebatan warganet. Sebagian mempertanyakan mengapa terdapat peserta yang dapat menggunakan stroller sementara peserta lainnya tidak diperbolehkan.

Namun berdasarkan peraturan resmi Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, penyelenggara sebenarnya telah mencantumkan larangan membawa kereta bayi. Pada poin 13 peraturan perlombaan disebutkan bahwa peserta dilarang membawa kereta bayi, alat bantu beroda dalam bentuk apa pun, maupun hewan peliharaan ketika berlomba.

Ketentuan inilah yang membuat persoalan tersebut semakin menjadi sorotan. Jika larangan stroller diberlakukan kepada peserta atas dasar aturan perlombaan, warganet mempertanyakan mengapa terlihat ada pihak lain yang dapat menggunakannya di lintasan.

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 sendiri digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, dengan venue utama di Balai Kota Surabaya dan lintasan melewati sejumlah ruas jalan di Kota Surabaya. Event yang telah memasuki tahun ketiga tersebut diikuti lebih dari 11.000 pelari.

Di tengah besarnya antusiasme peserta, viralnya persoalan stroller kini memunculkan tuntutan agar penyelenggara memberikan penjelasan mengenai penerapan aturan selama perlombaan, terutama terkait perlakuan terhadap peserta dan brand ambassador.

Topik Terkait

Mengaku Harus Gendong Anak Start sampai
Artikel Selanjutnya
11 Ribu Perusahaan Berdiri, Pemkab Bekasi Minta RUU Kawasan Industri Berpihak ke Tenaga Kerja Lokal Pemerintahan 11 Ribu Perusahaan Berdiri, Pemkab Bekasi Minta RUU Kawasan Industri Berpihak ke Tenaga Kerja Lokal 3 hari lalu

Komentar

Belum ada komentar nih, yuk komentarin.

Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar