Data Center AI Butuh 27 Liter Air per Detik, Pemkab Purwakarta Pastikan Tak Ganggu Warga dan Pertanian
PURWAKARTA - Rencana pembangunan dan pengoperasian Data Center berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, kembali menjadi perhatian. Salah satu isu utama yang dibahas adalah besarnya kebutuhan air untuk sistem pendingin dan potensi dampaknya terhadap pasokan bagi masyarakat maupun sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar pertemuan bersama sejumlah pihak di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Senin (5/10/2026). Pertemuan dipimpin Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein serta melibatkan akademisi Universitas Indonesia dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Selain persoalan air, pembahasan juga mencakup kelengkapan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein menegaskan kebutuhan air Data Center AI nantinya tidak boleh mengganggu pasokan untuk masyarakat maupun pertanian.
Menurutnya, izin pengambilan air Perumda Air Minum Gapura Tirta Rahayu (GTR) mencapai 120 liter per detik, sementara yang saat ini digunakan sekitar 70 liter per detik. Artinya, masih terdapat kapasitas sekitar 50 liter per detik yang belum dimanfaatkan.
Jika Data Center BDx membutuhkan pasokan sekitar 27 liter per detik, menurut perhitungan tersebut masih terdapat sisa sekitar 23 liter per detik.
“Artinya tidak akan mengganggu terhadap pasokan kepada masyarakat dan pertanian,” ujarnya.
Namun, Pemkab Purwakarta tidak ingin hanya mengandalkan perhitungan di atas kertas. Om Zein menyebut teori tersebut tetap harus diuji sebelum operasional berjalan. Pembahasan bersama berbagai pihak akan dilakukan selama 10 hari ke depan.
Periset AI BRIN Dini Fronitasari mengatakan Indonesia membutuhkan infrastruktur komputasi AI. Namun, pembangunan Data Center AI juga harus memperhitungkan kebutuhan sumber daya, terutama air dan listrik, agar tidak menimbulkan persoalan bagi sektor lainnya.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan sistem pendingin tertutup. Menurut Dini, teknologi tersebut berpotensi memangkas kebutuhan air hingga 80 persen.
Dengan besarnya kebutuhan sumber daya Data Center AI, Pemkab Purwakarta menegaskan aspek lingkungan, ketersediaan air serta kebutuhan masyarakat dan pertanian harus menjadi bagian penting sebelum fasilitas tersebut benar-benar beroperasi.
Topik Terkait

Komentar
Belum ada komentar nih, yuk komentarin.
Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar