Kabupaten Bekasi Jadi Magnet Investasi Pusat Data, Belasan Perusahaan Bangun Fasilitas di Kawasan Industri
URBANCIKARANG.com, Tekno - Kabupaten Bekasi kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri manufaktur terbesar di Indonesia, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pusat investasi infrastruktur digital. Sejumlah perusahaan teknologi nasional dan internasional membangun pusat data (data center) bernilai triliunan rupiah di berbagai kawasan industri, mulai dari Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas, MM2100, Jababeka hingga Lippo Cikarang.
Kawasan GIIC di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, menjadi salah satu lokasi utama pengembangan industri pusat data. Berdasarkan laporan tahunan pengembang kawasan, PT Puradelta Lestari Tbk, jumlah penyewa pusat data di GIIC telah mencapai 15 perusahaan hingga akhir 2025.
Salah satu investasi terbesar berasal dari Digital Edge melalui proyek CGK Campus di GIIC Kota Deltamas. Proyek yang diumumkan pada Januari 2026 tersebut memiliki nilai investasi US$4,5 miliar atau sekitar Rp81 triliun, menggunakan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas awal 500 megawatt (MW) dengan potensi pengembangan hingga 1 gigawatt (GW).
Masih di kawasan GIIC, Princeton Digital Group (PDG) mengembangkan proyek pusat data JC3 berkapasitas 120 MW dengan investasi sekitar US$1 miliar atau setara Rp18 triliun. Perusahaan tersebut juga mengembangkan proyek JC4 dengan rencana kapasitas 240 MW.
Perusahaan lainnya, ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), turut memperluas kampus pusat datanya di GIIC. Pengembangan tersebut mencakup fasilitas STT Jakarta 1, Jakarta 2, serta sejumlah gedung tambahan dengan rencana kapasitas keseluruhan lebih dari 360 MW.
Selain itu, NeutraDC yang merupakan bagian dari Telkom Group juga mengembangkan fasilitas pusat data di kawasan GIIC dengan rencana kapasitas hingga 120 MW. Kawasan ini turut menjadi lokasi proyek Digital Hyperspace Indonesia melalui pengembangan pusat data JKT1A.
Tidak hanya perusahaan swasta, pemerintah pusat juga membangun Pusat Data Nasional (PDN) 1 di GIIC Kota Deltamas. Proyek dengan nilai sekitar Rp2,6 triliun tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur digital pemerintah untuk mendukung penyimpanan, pengolahan, dan integrasi data instansi negara.
Di luar GIIC, kawasan industri MM2100 yang berada di wilayah Cikarang Barat dan Cibitung juga menjadi lokasi pengembangan pusat data. DCI Indonesia memiliki kampus pusat data di kawasan tersebut, sementara Princeton Digital Group mengoperasikan fasilitas JC1 dan JC2 dengan kapasitas gabungan sekitar 28 MW.
Pengembangan pusat data juga berlangsung di kawasan industri Jababeka, Cikarang, melalui fasilitas Datacomm Diangraha. Sementara itu, EdgeConneX mengembangkan kampus pusat data di kawasan Lippo Cikarang, Cikarang Selatan.
Perusahaan asal Dubai, EDGNEX, turut mengumumkan investasi sebesar US$2,3 miliar atau setara Rp41,4 triliun untuk pembangunan pusat data di kawasan industri Cikarang. Proyek tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 2028.
Selain perusahaan-perusahaan tersebut, K2 Data Centres mengembangkan fasilitas JKT01 di Cikarang. Sementara itu, Digital Hyperspace Indonesia tercatat memiliki proyek pusat data JKT1A di kawasan GIIC Kota Deltamas.
Jika digabungkan, nilai empat proyek yang telah memiliki angka investasi atau kontrak pembangunan yang diumumkan, yakni Digital Edge, EDGNEX, Princeton Digital Group JC3, dan PDN 1, mencapai sekitar Rp143 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan kurs ilustratif Rp18.000 per dolar AS dan belum mencakup investasi perusahaan lain yang nilainya belum dipublikasikan.
Besarnya investasi pusat data menunjukkan perubahan lanskap industri Kabupaten Bekasi. Wilayah yang selama ini menjadi basis industri otomotif, elektronik, dan manufaktur kini turut berkembang sebagai lokasi infrastruktur penyimpanan data, komputasi awan, dan kecerdasan buatan.
Ketersediaan kawasan industri, pasokan listrik, jaringan serat optik, serta kedekatan dengan Jakarta menjadi faktor pendukung pengembangan pusat data. Khusus di GIIC Kota Deltamas, pengembang telah menyediakan zona pusat data seluas sekitar 300 hektare dengan dukungan pasokan listrik premium berkapasitas 993 MVA.
Namun, ekspansi pusat data juga menghadirkan tantangan bagi Kabupaten Bekasi, terutama terkait kebutuhan listrik dan air untuk sistem pendinginan, pengelolaan lingkungan, serta ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus.
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja di bidang teknologi informasi, teknik kelistrikan, keamanan siber, sistem pendinginan, hingga pemeliharaan infrastruktur digital.
Dengan semakin banyaknya proyek yang dibangun, Kabupaten Bekasi berpotensi memperkuat perannya sebagai salah satu kawasan pengembangan pusat data di Indonesia, sekaligus memperluas struktur industrinya dari manufaktur menuju infrastruktur ekonomi digital.
Topik Terkait

Komentar
Belum ada komentar nih, yuk komentarin.
Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar