Pesisir Utara Bekasi Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi, dari Perikanan hingga Wisata Mangrove
MUARAGEMBONG – Wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar, mulai dari hasil tangkapan nelayan, kawasan hutan mangrove, hingga wisata alam. Jika dikelola secara optimal, berbagai potensi tersebut dapat menjadi sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ketua Tim Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Tasim Suryadi, mengatakan pengembangan kawasan pesisir perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat dan sejumlah perangkat daerah terkait.
Menurutnya, aktivitas perikanan tidak seharusnya menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi warga pesisir. Keberadaan ekosistem mangrove dan bentang alam pantai juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
"Potensi wilayah pesisir cukup beragam. Selain perikanan tangkap, ada ekosistem mangrove dan peluang wisata yang dapat dikembangkan. Semua ini perlu dilihat sebagai satu kesatuan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat pesisir," ujar Tasim, Kamis (29/10/2026).
Di sektor perikanan, Tasim menyoroti pentingnya ketersediaan infrastruktur penunjang aktivitas nelayan. Fasilitas penyimpanan ikan berpendingin atau cold storage, pasokan bahan bakar, serta optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung produktivitas dan pemasaran hasil tangkapan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas ikan setelah ditangkap, memperlancar kegiatan melaut, sekaligus membantu nelayan memperoleh akses pemasaran yang lebih baik.
Selain penguatan sektor perikanan, pelestarian hutan mangrove juga menjadi perhatian. Ekosistem tersebut memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut, termasuk ikan, udang, dan kepiting yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Mangrove juga berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pantai dari ancaman abrasi serta membantu mengurangi risiko masuknya air laut ke wilayah daratan.
Tasim menilai, kelestarian kawasan mangrove harus menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi pesisir agar pemanfaatan sumber daya alam dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Di sisi lain, kawasan pesisir Kabupaten Bekasi juga memiliki peluang dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam. Sejumlah kegiatan seperti wisata pantai, menyusuri kawasan mangrove dan sungai, hingga wisata memancing dinilai dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Pengembangan wisata tersebut sekaligus berpotensi membuka kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mulai dari usaha kuliner berbahan hasil laut, produk olahan ikan, penjualan oleh-oleh khas daerah, hingga jasa transportasi dan pemandu wisata dapat tumbuh seiring berkembangnya destinasi wisata pesisir.
Meski demikian, Tasim mengingatkan agar pembangunan destinasi wisata tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kemampuan kawasan dalam menampung aktivitas pengunjung.
"Wisata pesisir bisa menjadi peluang untuk memperluas kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, pengembangannya perlu direncanakan dengan baik, termasuk memperhatikan kelestarian mangrove dan lingkungan agar potensi alamnya tetap terjaga," tuturnya.
Untuk mewujudkan pengembangan tersebut, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan instansi di bidang perikanan, pariwisata, lingkungan hidup, kehutanan, hingga transportasi laut sesuai kewenangan masing-masing.
Tasim menyebut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah dapat menjadi salah satu acuan dalam merancang pengembangan wisata yang memperhatikan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pengelolaan yang terencana, kawasan pesisir utara Kabupaten Bekasi diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, tetapi juga berkembang sebagai kawasan ekonomi berbasis sumber daya alam yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Topik Terkait

Bagaimana pendapatmu?
Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.
Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.