Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Ormas, Tuntut Pekerjaan hingga Pengelolaan Limbah

Daerah / Redaksi verified / 30 Oktober 2026 19:55 WIB / Dibaca: 5 kali / Waktu Baca: 2 menit

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Ormas, Tuntut Pekerjaan hingga Pengelolaan Limbah

SUBANG – Kehadiran pabrik mobil listrik raksasa BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendapat sorotan masyarakat. Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) menggelar aksi unjuk rasa di depan kawasan pabrik BYD di Kecamatan Cipeundeuy, Rabu (28/10/2026).

Massa menuntut agar investasi besar yang masuk ke Kabupaten Subang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal.

Dalam aksinya, massa menilai penyerapan tenaga kerja asal Kabupaten Subang masih tergolong rendah. FMSB memperkirakan jumlah pekerja lokal yang terserap belum mencapai 20 persen dari keseluruhan tenaga kerja.

Mereka mendesak pemerintah daerah dan perusahaan memberikan perhatian lebih besar terhadap kesempatan kerja bagi masyarakat Subang, termasuk mendorong kebijakan yang mengatur kuota tenaga kerja lokal hingga 70 persen. Angka tersebut merupakan tuntutan massa, bukan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Juru bicara aksi FMSB, Megi Akbar Setiawan, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi yang masuk ke Kabupaten Subang.

"Kami datang bukan untuk menghambat investasi, tetapi ingin berkomunikasi dan mencari solusi agar tenaga kerja lokal bisa terserap," ujar Megi.

Selain persoalan tenaga kerja, massa turut menyoroti pengelolaan limbah industri, khususnya proses pemilihan perusahaan penyedia jasa pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Massa meminta manajemen BYD lebih terbuka dalam menentukan mitra pengelolaan limbah serta memastikan perusahaan yang ditunjuk memiliki perizinan dan memenuhi ketentuan lingkungan hidup.

Salah satu perusahaan yang turut dipersoalkan adalah PT Cholyfour Mitra Mandiri (CMM). FMSB mempertanyakan aspek perizinan dan aktivitas perusahaan tersebut serta meminta instansi berwenang melakukan pemeriksaan.

Meski demikian, persoalan yang disampaikan massa masih berupa tuntutan dan dugaan yang memerlukan klarifikasi dari perusahaan maupun pemerintah. Belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran pengelolaan limbah.

Aksi tersebut turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengaku telah menerima informasi mengenai demonstrasi dan tuntutan penyerapan tenaga kerja lokal.

"Kita terima informasinya, tapi tentu saja penyelesaiannya tidak hanya ada di Kementerian Perindustrian," kata Sarmuji kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Sarmuji menyatakan pemerintah akan mencermati persoalan tersebut dan membuka kemungkinan melakukan kunjungan langsung apabila diperlukan. 

Keberadaan pabrik BYD di Subang menjadi bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Namun, aksi demonstrasi ini menunjukkan besarnya harapan masyarakat agar investasi berskala besar tidak hanya meningkatkan kegiatan industri, tetapi juga membuka peluang pekerjaan dan usaha bagi warga sekitar.

Topik Terkait

Daerah Pabrik Mobil Listrik Subang Didemo
Artikel Selanjutnya
Puluhan Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik, Alami Sesak Napas hingga Dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Puluhan Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik, Alami Sesak Napas hingga Dilarikan ke Rumah Sakit 1 hari lalu
RUANG DISKUSI

Bagaimana pendapatmu?

Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.

Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.

Komentar pembaca
Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.