Buka 1.313 Lowongan Kerja, Bupati Bekasi Minta Perusahaan Beri Kesempatan Warga Lokal
CIKARANG UTARA - Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyoroti tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bekasi yang dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi industri dan kontribusi ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka Job Fair Virtual Kabupaten Bekasi 2026, Selasa (27/10/2026).
Job Fair Virtual yang berlangsung selama dua hari hingga 28 Oktober 2026 tersebut menyediakan 1.313 lowongan kerja dengan melibatkan 45 perusahaan.
Di hadapan perwakilan perusahaan, Asep mengungkapkan bahwa Kabupaten Bekasi kerap disebut sebagai daerah kaya dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Namun, di balik besarnya aktivitas industri tersebut, angka pengangguran justru masih menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Barat.
Asep pun secara terbuka meminta perusahaan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat Kabupaten Bekasi untuk bekerja, termasuk mengesampingkan stigma negatif yang selama ini melekat terhadap tenaga kerja lokal.
Menurutnya, keberadaan ribuan perusahaan seharusnya dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dalam membuka akses lapangan pekerjaan.
Tak hanya persoalan pengangguran, Asep juga menyinggung besarnya kontribusi pajak Kabupaten Bekasi kepada pemerintah pusat yang menurutnya mencapai sekitar Rp45 triliun setiap tahun. Namun, dana bagi hasil yang kembali diterima daerah dinilai masih relatif kecil.
“Perlu Bapak Ibu ketahui, pajak Kabupaten Bekasi setiap tahunnya yang ke pusat mencapai Rp45 triliun, tapi bagi hasilnya kecil,” ungkap Asep.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menjamin dukungan pemerintah daerah terhadap dunia usaha. Ia meminta perusahaan tidak ragu melapor langsung kepadanya apabila menghadapi kendala perizinan maupun hambatan dari organisasi kemasyarakatan (ormas).
Asep menegaskan, pemerintah daerah siap membantu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi agar aktivitas perusahaan tetap berjalan dan penyerapan tenaga kerja semakin meningkat.
Bahkan, dirinya berkomitmen akan mendatangi perusahaan satu per satu untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
Asep juga berharap semakin banyak perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan serupa. Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana memperbanyak penyelenggaraan bursa kerja sebagai salah satu langkah menekan angka pengangguran.
Di sela pembukaan acara, Asep turut melakukan panggilan video dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melaporkan pelaksanaan dan sejumlah capaian Job Fair Virtual Kabupaten Bekasi 2026.
Asep menargetkan tingkat pengangguran Kabupaten Bekasi yang saat ini disebut berada di angka 8,7 persen dapat ditekan menjadi 7,5 persen pada 2027.
Ia mengakui bahwa menghapus pengangguran sepenuhnya bukan perkara mudah. Namun, Asep berharap selama masa kepemimpinannya, jumlah masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan dapat terus berkurang melalui kolaborasi pemerintah daerah dan dunia industri.
Topik Terkait

Bagaimana pendapatmu?
Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.
Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.