Sampah Menggunung di KM 19 Tol Japek Capai 1.200 Meter Kubik, KDM dan Bupati Bekasi Turun Tangan

Berita / Redaksi verified / 30 Oktober 2026 20:04 WIB / Dibaca: 5 kali / Waktu Baca: 3 menit

Sampah Menggunung di KM 19 Tol Japek Capai 1.200 Meter Kubik, KDM dan Bupati Bekasi Turun Tangan

TAMBUN SELATAN - Tumpukan sampah yang menggunung di aliran Kali Jambe, tepatnya di kawasan KM 19 Tol Jakarta–Cikampek (Japek), menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja turun langsung meninjau lokasi tersebut, Jumat (30/10/2026).

Volume sampah yang menumpuk di kawasan itu diperkirakan mencapai 1.200 meter kubik. Sampah yang terbawa aliran sungai diduga berasal dari wilayah hulu, termasuk kawasan Sumur Batu dan Bantargebang, Kota Bekasi, sebelum akhirnya menumpuk di wilayah Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan membersihkan sampah yang sudah menumpuk. Menurutnya, diperlukan langkah bersama antarpemerintah daerah untuk mencegah sampah terus mengalir dari hulu ke hilir.

Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk normalisasi Kali Jambe. Pekerjaan tersebut akan dilanjutkan dengan pengangkutan sampah melalui koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) dan instansi terkait.

Selain normalisasi, Asep mendorong Pemerintah Kota Bekasi melakukan pembenahan di wilayah hulu, termasuk pemasangan jaring penahan sampah serta perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat aliran Kali Jambe terhubung hingga Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), sehingga pencemaran di bagian hulu berpotensi berdampak terhadap wilayah yang dilalui aliran sungai.

"Kami berkomitmen menjalankan seluruh tahapan sesuai jadwal. Pemerintah Kota Bekasi juga diminta menyampaikan tahapan pekerjaan beserta target waktu penyelesaiannya agar penanganan ini berjalan terukur, terkoordinasi, dan dapat ditindaklanjuti bersama," ujar Asep.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 50 hingga 60 unit truk pengangkut untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.

Pengangkutan direncanakan berlangsung pada Minggu agar operasional armada tidak mengganggu pelayanan persampahan rutin kepada masyarakat.

Sampah yang berhasil diangkut nantinya direncanakan dibawa ke fasilitas Aspex Kumbong. Pemerintah daerah juga mendapatkan dukungan pembebasan biaya pengolahan atau tipping fee melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Namun, Syafri mengingatkan bahwa pengangkutan ribuan meter kubik sampah hanya menjadi solusi sementara apabila tidak disertai upaya pencegahan dari wilayah hulu.

Karena itu, DLH Kabupaten Bekasi mengusulkan pembangunan penahan sampah permanen berbahan beton di titik perbatasan aliran sungai antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menahan sampah sebelum memasuki wilayah Kabupaten Bekasi, terutama ketika debit air meningkat dan membawa sampah dalam jumlah besar.

Selama ini, penghalang sampah yang tersedia dinilai belum cukup efektif menahan material yang terbawa arus. Akibatnya, sampah masih dapat lolos dan tersangkut di sekitar jembatan hingga membentuk tumpukan besar di kawasan KM 19.

Penanganan persoalan Kali Jambe kini melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga unsur pemerintah DKI Jakarta.

Melalui kerja sama lintas wilayah tersebut, pemerintah berharap penumpukan sampah di Kali Jambe tidak terus berulang dan aliran sungai dapat kembali berfungsi dengan baik.

Topik Terkait

Bekasi Sampah Menggunung Japek Capai Meter
Artikel Selanjutnya
Dua Kelompok yang Bentrok di Pasar Cikarang Sepakat Berdamai dan Berbagi Lahan Parkir Berita Dua Kelompok yang Bentrok di Pasar Cikarang Sepakat Berdamai dan Berbagi Lahan Parkir 1 jam lalu
RUANG DISKUSI

Bagaimana pendapatmu?

Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.

Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.

Komentar pembaca
Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.