Mulai 1 Desember, Enam Perjalanan Kereta Jarak Jauh Tambah Pemberhentian di Stasiun Cikarang
CIKARANG UTARA – Kabar baik bagi masyarakat Cikarang dan sekitarnya yang kerap bepergian menggunakan kereta api jarak jauh. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan menambah enam perjalanan kereta yang berhenti di Stasiun Cikarang mulai 1 Desember 2026.
Penambahan ini membuat jumlah perjalanan kereta api jarak jauh yang melayani pemberhentian di Stasiun Cikarang meningkat dari 52 menjadi 58 perjalanan melalui penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026.
Enam perjalanan tambahan tersebut meliputi KA Manahan relasi Solo Balapan–Gambir, KA Pangandaran relasi Gambir–Sidareja, dua perjalanan KA Parahyangan relasi Bandung–Gambir dan sebaliknya, KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen, serta KA Tawangjaya Premium relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.
Dengan tambahan tersebut, masyarakat Cikarang memiliki lebih banyak pilihan perjalanan antarkota tanpa harus selalu menuju stasiun utama di Jakarta.
Penambahan layanan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan Cikarang yang terus berkembang sebagai pusat industri, permukiman, dan aktivitas ekonomi.
Berdasarkan data KAI, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Stasiun Cikarang mencatat 708.640 aktivitas naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh. Jumlah tersebut meningkat 3,54 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 684.442 aktivitas.
Tidak hanya kereta jarak jauh, aktivitas masyarakat yang menggunakan Commuter Line di Stasiun Cikarang juga tergolong tinggi.
Selama sepuluh bulan pertama 2026, tercatat sebanyak 12.719.884 aktivitas masuk dan keluar penumpang Commuter Line melalui Stasiun Cikarang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa perkembangan kawasan penyangga Jakarta turut mendorong kebutuhan transportasi antarkota yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Menurutnya, penambahan pemberhentian kereta di sejumlah stasiun, termasuk Cikarang, memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memilih lokasi keberangkatan maupun kedatangan yang lebih dekat dengan tempat tinggal atau aktivitas mereka.
“Dengan adanya tambahan pilihan pemberhentian, masyarakat dapat menyesuaikan lokasi keberangkatan atau kedatangan dengan kebutuhan perjalanan masing-masing,” ujar Anne.
Selain Cikarang, KAI juga menambah tiga perjalanan yang berhenti di Stasiun Bekasi dan dua perjalanan di Stasiun Jatinegara.
KAI menegaskan bahwa penambahan pemberhentian hanya berlaku pada perjalanan tertentu sesuai jadwal GAPEKA 2026.
Dengan semakin banyaknya pilihan kereta jarak jauh yang berhenti di Cikarang, masyarakat di kawasan industri dan permukiman Kabupaten Bekasi diharapkan semakin mudah mengakses transportasi antarkota menuju berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Topik Terkait

Bagaimana pendapatmu?
Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.
Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.