Masih Ada 196 KM Jalan yang Perlu Ditangani, Bupati Bekasi Targetkan Perbaikan 100 KM pada 2027

Berita / Redaksi verified / 3 November 2026 20:47 WIB / Dibaca: 15 kali / Waktu Baca: 2 menit

Masih Ada 196 KM Jalan yang Perlu Ditangani, Bupati Bekasi Targetkan Perbaikan 100 KM pada 2027

BABELAN – Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan penanganan jalan rusak sepanjang 100 kilometer pada 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus menuntaskan persoalan kerusakan jalan yang masih tersebar di sejumlah wilayah.

Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 1.077 kilometer, masih terdapat 196 kilometer jalan yang membutuhkan penanganan. Sementara pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah mengalokasikan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 32,5 kilometer.

"Tahun ini kita kerjakan 32,5 kilometer, sehingga pada 2027 kita menargetkan penanganan sekitar 100 kilometer. Mudah-mudahan target ini bisa tercapai, sehingga pada 2028 seluruh jalan di Kabupaten Bekasi sudah tertata dengan baik," ujar Asep saat meninjau pembangunan jalan di Kecamatan Babelan, Selasa (3/11/2026).

Untuk mengejar target tersebut, Asep menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama pemerintah kecamatan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi jalan, mulai dari kerusakan ringan, sedang hingga berat.

Pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar penentuan skala prioritas pembangunan agar penanganan jalan lebih tepat sasaran, terutama pada ruas yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi tinggi.

"Saya minta dinas terkait bersama camat melihat langsung kondisi jalan di wilayah masing-masing. Mana yang rusak berat, sedang maupun ringan harus dipetakan," tegasnya.

Dalam kunjungannya, Asep turut meninjau pembangunan jalan di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, sepanjang hampir tiga kilometer dengan konstruksi beton setebal 25 sentimeter.

Selain jalan, Pemkab Bekasi juga berencana mengevaluasi kondisi bangunan sekolah dan puskesmas untuk mengidentifikasi fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan perbaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln, mengungkapkan progres fisik pembangunan jalan pada 2026 baru mencapai sekitar 32 persen, sedangkan realisasi keuangan berada di angka 9 persen.

Menurutnya, rendahnya penyerapan anggaran dipengaruhi mekanisme pembayaran yang tidak menggunakan uang muka maupun termin. Pembayaran baru dilakukan setelah pekerjaan memenuhi persyaratan teknis, termasuk pengujian laboratorium selama 28 hari untuk konstruksi beton.

"Sejumlah pekerjaan fisik sudah selesai dan sebagian lainnya tinggal menunggu hasil pengujian laboratorium. Kami tetap optimistis realisasi penyerapan anggaran bisa mencapai di atas 90 persen pada akhir tahun," jelasnya.

Di luar pembangunan jalan, Pemkab Bekasi juga mempercepat program normalisasi sungai sebagai bagian dari penanganan banjir. Henry menyebut progres fisik normalisasi telah melampaui 60 persen, dengan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan Sungai Cikarang menjadi prioritas.

Meski demikian, keberadaan bangunan liar di sejumlah bantaran sungai masih menjadi kendala pelaksanaan pekerjaan. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menindaklanjuti persoalan tersebut agar normalisasi dapat berjalan lebih optimal.

Topik Terkait

Bekasi Masih Jalan Perlu Ditangani Bupati
Artikel Selanjutnya
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Polisi Amankan Terduga Pelaku Daerah 17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Polisi Amankan Terduga Pelaku 9 jam lalu
RUANG DISKUSI

Bagaimana pendapatmu?

Bagikan pandangan dengan santun dan saling menghargai.

Ingin ikut berdiskusi? Masuk atau daftar terlebih dahulu untuk mengirim komentar.

Komentar pembaca
Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang berita ini.