PPATK Ungkap Tambun Selatan Jadi Kecamatan dengan Aktivitas Judi Online Tertinggi di Jawa Barat

Berita / Redaksi verified / 19 November 2025 14:04 WIB / Dibaca: 319 kali / Waktu Baca: 3 menit

PPATK Ungkap Tambun Selatan Jadi Kecamatan dengan Aktivitas Judi Online Tertinggi di Jawa Barat

Doc PPATK

URBANCIKARANG.com, Nasional - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merilis data mencengangkan terkait maraknya praktik judi online di Indonesia. Sepanjang tahun 2024, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pemain serta nilai transaksi judi online tertinggi secara nasional. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa fenomena judi online telah berkembang menjadi persoalan sosial yang meresahkan dan meluas di seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan data PPATK, sebanyak 2.638.849 warga Jawa Barat tercatat terlibat dalam aktivitas judi online sepanjang 2024, dengan total transaksi mencapai Rp 5,97 triliun. Dari sisi gender, sebanyak 81 persen pemain merupakan laki-laki, sementara 19 persen lainnya adalah perempuan.

Bogor dan Bandung Jadi Episentrum Aktivitas Judol
Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah pemain paling tinggi, yakni mencapai 321.589 orang. Disusul Kabupaten Bandung (182.450 pemain), Kabupaten Karawang (176.808 pemain), Kabupaten Sukabumi (171.429 pemain), dan Kabupaten Bekasi (168.316 pemain).

Sementara di wilayah perkotaan, Kota Bandung menempati posisi teratas dengan 151.366 pemain, melampaui Cianjur (140.127), Kabupaten Garut (133.801), Kota Bekasi (125.243), serta Kabupaten Tasikmalaya (101.697). Penyebaran angka ini menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat urbanisasi tinggi, mobilitas ekonomi besar, dan penetrasi internet luas menjadi kawasan yang paling rentan terhadap judi online.

Tambun Selatan Tertinggi di Tingkat Kecamatan
Jika dipersempit berdasarkan kecamatan, Tambun Selatan di Kabupaten Bekasi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemain terbesar, yakni 23.975 orang. Beberapa kecamatan lain dengan angka tinggi antara lain Cimanggis (18.845 pemain), Cibinong (18.497 pemain), Bekasi Utara (16.422 pemain), serta Pancoran Mas (16.418 pemain). Mayoritas kecamatan ini memiliki karakteristik serupa yaitu kepadatan penduduk tinggi dan akses internet yang sangat mudah.

Didominasi Karyawan Swasta, Namun Menyentuh Semua Profesi
Profil pemain judi online di Jawa Barat juga sangat beragam. PPATK mencatat bahwa karyawan swasta menjadi kelompok terbesar, dengan kontribusi 45,84 persen. Disusul pedagang (23,26 persen), pengusaha (10,43 persen), pelajar/mahasiswa (6,20 persen), ibu rumah tangga (3,98 persen), dan buruh (1,30 persen).

Lebih memprihatinkan lagi, terdapat juga bagian kecil pemain dari kalangan aparatur negara, yakni PNS 1,20 persen serta TNI/Polri 2,16 persen. Hal ini menunjukkan bahwa praktik judi online telah menembus batas profesi dan struktur sosial, mulai dari pelaku usaha kecil hingga aparatur negara.

PPATK: Angka 2025 Mulai Menurun Berkat Penindakan Masif
Meski data 2024 menunjukkan situasi sangat serius, PPATK memastikan adanya tren positif pada tahun berikutnya. Sepanjang 2025, jumlah pemain judi online di Jawa Barat mengalami penurunan signifikan seiring gencarnya operasi pemberantasan, blokir situs, serta meningkatnya laporan masyarakat.

“Angka-angka ini per 2025 sebenarnya sudah menurun karena pada tahun lalu banyak laporan dari masyarakat yang kemudian dilakukan tindakan dan pemberantasan,” ujar Direktorat Analisis dan Pemeriksaan II PPATK, Afra Azzharga, Jumat (14/11/2025).

Mayoritas Pemain Berasal dari Kelompok Berpenghasilan Rendah
Dari sisi ekonomi, PPATK menemukan bahwa judi online paling banyak dimainkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Sebanyak 67,56 persen pemain memiliki pendapatan Rp 0 – Rp 5 juta per bulan. Sementara mereka yang berpendapatan tinggi di atas Rp 10 juta hanya menyumbang 10,54 persen.

Fenomena ini menegaskan bahwa judi online kerap menjadi pelarian semu bagi masyarakat kecil, yang pada akhirnya justru memperburuk kondisi keuangan mereka akibat kerugian berkepanjangan.

Topik Terkait

Tambun PPATK Selatan Kecamatan Aktivitas Judi
Artikel Selanjutnya
Buruh Tolak Rumus Kemnaker, Sebut Kenaikan UMP 2026 Terlalu Kecil Nasional Buruh Tolak Rumus Kemnaker, Sebut Kenaikan UMP 2026 Terlalu Kecil 10 bulan lalu

Komentar

Belum ada komentar nih, yuk komentarin.

Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar