Oknum Guru di Subang Diduga Rekam Bagian Bawah Rok Siswi, Polisi Dalami Kemungkinan Korban Lain

Daerah / Redaksi verified / 28 September 2026 15:07 WIB / Dibaca: 57 kali / Waktu Baca: 3 menit

Oknum Guru di Subang Diduga Rekam Bagian Bawah Rok Siswi, Polisi Dalami Kemungkinan Korban Lain

SUBANG – Dugaan tindakan pelecehan yang melibatkan seorang oknum guru di SMP Negeri 2 Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah rekaman peristiwa tersebut beredar luas di media sosial.

Oknum guru tersebut diduga secara diam-diam mengarahkan telepon genggam ke bagian bawah rok seorang mantan siswinya yang datang ke sekolah untuk mengurus administrasi pengambilan ijazah.

Aksi tersebut diketahui setelah rekan korban mencurigai gerak-gerik oknum guru. Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut terlihat duduk di teras sekolah sementara korban berdiri di dekatnya untuk mengurus dokumen.

Pihak SMP Negeri 2 Pagaden membenarkan bahwa pria yang terekam dalam video tersebut merupakan salah seorang tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 2 Pagaden, Dadang Koswara, mengatakan pihak sekolah baru mengetahui kejadian tersebut setelah videonya beredar di masyarakat.

“Saat perekaman pihak sekolah tidak tahu, tahunya setelah video tersebut menyebar,” ujar Dadang.

Menurut Dadang, guru tersebut mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII. Pihak sekolah selanjutnya menonaktifkan sementara yang bersangkutan dari aktivitas mengajar sambil menunggu langkah lebih lanjut dari Dinas Pendidikan.

“Kami ada atasan kami yaitu Dinas Pendidikan, kami menunggu instruksi dari atasan,” katanya.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang.

Kasat Reskrim Polres Subang AKP Wanda Ervam Liton Dachi mengatakan polisi telah memanggil korban, pihak yang diduga melakukan perbuatan tersebut, serta pihak sekolah untuk dimintai keterangan.

“Kejadian benar adanya. Kami laksanakan pemeriksaan pelaku, korban, dan pihak sekolah,” ujar Wanda.

Polisi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain selain korban yang terekam dalam video yang beredar.

“Memungkinkan ada korban lain. Korban di bawah umur, lulus SMP mengambil ijazah. Korban ada yang di video, tapi kemungkinan ada korban lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Subang AKP Edi Juhedi mengatakan proses pemeriksaan masih terus berjalan.

“Saat ini masih proses pemeriksaan oleh penyidik,” kata Edi.

Ia menyebut saksi, korban, maupun pihak yang diduga terlibat telah diperiksa untuk mendalami kronologi dan motif kejadian.

Kasus tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menyatakan telah berkomunikasi dengan Kapolres Subang agar dugaan tersebut diproses melalui jalur hukum.

“Saya sudah meminta Kapolres Subang untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, penindakan sampai penahanan terhadap perilaku guru yang melakukan pelecehan,” kata Dedi.

Dedi juga meminta Pemerintah Kabupaten Subang melakukan investigasi serta menjatuhkan sanksi administratif jika dugaan tersebut nantinya terbukti.

“Ini adalah upaya kita memberikan efek jera. Apalagi ini guru, sosok yang seharusnya digugu dan ditiru, menjadi teladan bagi siswanya. Jika terbukti, berhentikan,” tegasnya.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak dan peserta didik di lingkungan pendidikan.

Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang aman bagi siswa maupun alumni dari berbagai bentuk pelecehan dan pelanggaran privasi.

Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan kepolisian masih mendalami keterangan sejumlah pihak, termasuk kemungkinan adanya korban lain.

Topik Terkait

Daerah Oknum Guru Subang Diduga Rekam
Artikel Selanjutnya
Pasca Menteri PU Ngamuk, 600 Hektare Sawah Mulai Teraliri Air Berita Pasca Menteri PU Ngamuk, 600 Hektare Sawah Mulai Teraliri Air 11 hari lalu

Komentar

Belum ada komentar nih, yuk komentarin.

Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar