Kemarau Panjang, Bupati Karawang Minta Seluruh Kecamatan Gelar Shalat Istisqa

Daerah / Redaksi verified / 5 Oktober 2026 10:13 WIB / Dibaca: 65 kali / Waktu Baca: 3 menit

Kemarau Panjang, Bupati Karawang Minta Seluruh Kecamatan Gelar Shalat Istisqa

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan berbagai upaya menghadapi dampak musim kemarau panjang yang mulai memicu kekeringan, krisis air bersih, hingga mengancam pasokan air untuk areal pertanian.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta seluruh camat menggelar Shalat Istisqa di wilayah masing-masing bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga.

“Kami akan membuat surat edaran agar seluruh camat di Karawang menggelar Shalat Istisqa bersama MUI kecamatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di masing-masing kecamatannya,” kata Aep.

Sebelumnya, Pemkab Karawang telah menggelar Shalat Istisqa berjamaah di Plaza Pemda Karawang pada Jumat (2/10/2026) pagi. Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Karawang, kegiatan tersebut diikuti para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang.

Shalat Istisqa dilakukan sebagai salah satu ikhtiar memohon turunnya hujan menyusul kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.

“Tentunya hari ini kami Pemerintah Kabupaten Karawang melaksanakan kegiatan Shalat Istisqa berjamaah, bersama-sama, di mana keadaan hampir seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang, kita lihat mengalami kemarau panjang,” ujar Aep, dikutip dari keterangan Pemkab Karawang.

Menurut Aep, pemerintah daerah tidak hanya melakukan ikhtiar melalui Shalat Istisqa, tetapi juga terus menangani langsung masyarakat yang terdampak kekeringan.

Salah satunya melalui distribusi air bersih yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang bersama Perumdam Tirta Tarum, Baznas, kalangan industri, serta sejumlah pihak lainnya.

Hingga kini, lebih dari 1,5 juta liter air bersih telah disalurkan ke wilayah yang mengalami krisis air bersih. Distribusi tersebut di antaranya menyasar 24 desa di enam kecamatan, yakni Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Pakisjaya.

Pemkab Karawang juga memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, terutama untuk menjaga pasokan air dan melakukan normalisasi saluran irigasi.

Persoalan ketersediaan air menjadi perhatian serius mengingat Karawang merupakan salah satu daerah lumbung padi dengan areal persawahan yang luas.

“Hari ini kita meminta kepada Allah SWT dengan hati yang tulus melalui pelaksanaan Shalat Istisqa, memohon semoga Karawang senantiasa diberikan keberkahan dan diturunkan hujan. Sebagaimana kita ketahui, Kabupaten Karawang memiliki lahan sawah yang sangat luas dan air sangat dibutuhkan oleh para petani,” kata Aep.

Kemarau berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi pertanian apabila pasokan air menuju persawahan terus berkurang.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Karawang juga merencanakan optimalisasi embung atau kolam buatan, khususnya di wilayah selatan Karawang. Embung tersebut nantinya diharapkan mampu menampung air hujan maupun limpasan saat musim penghujan untuk dimanfaatkan ketika musim kemarau.

Aep mengatakan pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan dampak kemarau, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keberlangsungan pembangunan dan ketahanan pangan di Kabupaten Karawang.

Topik Terkait

Daerah Karawang Kemarau Panjang Bupati Seluruh
Artikel Selanjutnya
Plt Bupati Bekasi Serahkan Becak Listrik Bantuan Presiden, Penerima Diminta Rawat dan Jangan Dijual Pemerintahan Plt Bupati Bekasi Serahkan Becak Listrik Bantuan Presiden, Penerima Diminta Rawat dan Jangan Dijual 4 hari lalu

Komentar

Belum ada komentar nih, yuk komentarin.

Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar