Orang Tua dan Calon Murid Resah, Web SPMB Jabar Sering Bermasalah
URBANCIKARANG.com, Daerah - Memasuki hari kelima pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SLB, SMA, dan SMK di Jawa Barat, sejumlah orang tua dan calon murid mengeluhkan aplikasi SPMB yang kerap mengalami gangguan, Jumat (5/6/2026).
Keluhan yang muncul beragam, mulai dari dokumen yang gagal terunggah, proses loading yang lama, hingga sekolah tujuan yang tidak muncul dalam daftar pilihan. Sejumlah orang tua juga mengaku kesulitan masuk ke akun karena sistem sering error, muncul notifikasi “terjadi kesalahan”, hingga username dan password tidak dapat digunakan sehingga harus dilakukan reset ulang.
Tidak hanya dirasakan orang tua dan calon murid, kendala juga dialami pihak sekolah. Proses verifikasi disebut ikut terhambat karena dokumen yang telah diunggah calon murid sering tidak muncul di aplikasi. Kondisi tersebut menyulitkan operator sekolah dalam memeriksa dan mencocokkan data pendaftar.
Selain itu, tampilan aplikasi SPMB juga dinilai belum memudahkan proses verifikasi. Salah satu operator sekolah menyebut, dokumen harus dibuka satu per satu melalui tab baru, sehingga petugas harus bolak-balik membuka tab browser untuk menyesuaikan dokumen unggahan dengan data isian calon murid.
“Masih lebih enak aplikasi tahun lalu, (2025 red)” ujar salah satu operator sekolah.
Akibat gangguan yang berulang, sejumlah orang tua dan calon murid merasa resah karena berkas mereka belum juga terverifikasi meski sudah beberapa hari melakukan proses pendaftaran. Di sisi lain, pihak sekolah mengaku tidak dapat berbuat banyak karena aplikasi SPMB merupakan sistem terpusat yang dikelola Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sekolah, calon murid, dan orang tua hanya berperan sebagai pengguna sistem.
Setiap kendala yang ditemukan di lapangan disebut langsung dilaporkan ke pihak provinsi agar segera dilakukan perbaikan. Namun, karena proses verifikasi berjalan lambat, sejumlah orang tua dan calon murid akhirnya mendatangi sekolah tujuan dengan harapan proses verifikasi dapat segera dipercepat.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, juga menyoroti gangguan website dalam pelaksanaan SPMB 2026. Keluhan masyarakat terkait sulitnya mengakses sistem pendaftaran menjadi salah satu catatan DPRD Jawa Barat dalam mengevaluasi pelaksanaan SPMB sekaligus persiapan Program Sekolah Maung.
Menurut Siti, gangguan sistem berpotensi menghambat proses pendaftaran dan menyulitkan pengawasan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta segera melakukan perbaikan agar pelaksanaan SPMB dapat berjalan transparan dan adil.
“Sampai hari ini masih ada keluhan terkait website yang tidak bisa diakses. Ini menjadi catatan penting karena ketika sistem bermasalah, pengawasan menjadi lebih sulit dan berpotensi menimbulkan persoalan yang tidak diinginkan,” ujar Siti Muntamah, Selasa (2/6/2026), dikutip dari RRI.
Ia menilai, kondisi tersebut dapat menjadi persoalan serius apabila tidak segera ditangani.
“Ketika sistem tidak dapat diakses masyarakat, muncul potensi masalah yang sulit dibuktikan atau diawasi. Karena itu, kami juga telah menyampaikan komplain terkait ketidaksiapan dalam menangani gangguan aplikasi atau website yang digunakan masyarakat,” pungkasnya.
Siti menegaskan, persoalan gangguan sistem menjadi salah satu catatan penting DPRD Jawa Barat dalam mengawasi pelaksanaan SPMB 2026.
Topik Terkait

Komentar
Belum ada komentar nih, yuk komentarin.
Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar