Diskominfosantik gelar Ngobak Jilid 3: Tantangan dan Peluang Mengejar Mimpi di Kota Industri

Komunitas / Redaksi verified / 26 Juli 2024 08:57 WIB / Dibaca: 1496 kali / Waktu Baca: 3 menit

Diskominfosantik gelar Ngobak Jilid 3: Tantangan dan Peluang Mengejar Mimpi di Kota Industri

Ngobak Jilid 3 menghadirkan pembicara Pj Bupati Bekasi bersama perwakilan dari industri (25/7/2025)

Cikarang Pusat - Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) menggelar Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobak) Jilid 3 di salah satu kafe di Cikarang Pusat, Kamis (25/7/2024) pukul 19.00 WIB

Tantangan dan Peluang Mengejar Mimpi di Kota Industri menjadi tema yang diangkat dengan menghadirkan pembicara Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, Ketua Forum Komunikasi Koordinasi Sumber Daya Manusia (FKKSM) Kawasan Industri MM2100 Vidi Christianto, Kepala Dinas Diskomnfosantik Drs Yan Yan Akhmad Kurnia yang diwakili Kabid IKP Diskominfosantik Rhamdan Nurul Ikhsan serta Bang Jund pegiat Berbagi Amplop Gratis dipandu oleh Ismi Nadhilah Top 20 Miss Mega Bintang Indonesia dan dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pariwisata, Dinas UMKM dan sektor perbankan.

Undangan yang hadir merupakan perwakilan berbagai komunitas di Kab. Bekasi serta pegiat media sosial infocity di Kab. Bekasi.

Dalam paparannya Dani menyampaikan prestasi-prestasinya selama menjadi Pj Bupati Bekasi sejak memimpin pada 2022 hingga medio 2024 ini, diantaranya berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kab. Bekasi dari 10 persenan menjadi saat ini 8,83 persen atau sekitar 140 ribu orang dari angkatan kerja di Kab. Bekasi, artinya selama Dani memimpin tingkat pengangguran berkurang sekira 2 persen.

Dani mengatakan, angka pengangguran ini memang masih cukup tinggi namun pemerintah berusaha terus menggenjot sektor-sektor yang dapat menyerap lapangan kerja. Dani juga mengatakan perlu langkah-langkah progresif untuk mengurangi angka pengangguran terbuka seperti mengingkatkan daya saing, pelatihan-pelatihan, dan mendorong terbukanya kesempatan ekonomi baru. Karena menurutnya sektor informal di Kab, Bekasi potensinya sangat tinggi seperti sektor pariwisata sektor ekonomi kreatif dan lainnya.

"Tentu ya, salah satu yang paling penting bagi kita meningkatkan daya saing, agar sumber daya manusia Kab. Bekasi memiliki kompetensi dan nilai lebih" katanya.

Dani menambahkan permasalahan lain yang menjadi hambatan dengan adanya praktek percaloan ketenagakerjaan di Kab. Bekasi, dirinya mendorong juga agar perusahaan membuka lowongan secara terbuka dan transparan dan membentuk Satuan Tugas Calo Tenaga Kerja di Kab. Bekasi, karena tambahnya lagi maraknya praktek percaloan juga memunculkan praktek penipuan tenaga kerja.

"percaloan tidak kita pungkiri dimana-mana ada ya, adanya calo karena ada orang-orang yang ingin mencari keuntungan dan mencari jalan pintas, kita terus mendorong perusahaan agar terus membuka lowongan secara terbuka dan transparan misalnya melalui website dan media sosial serta membentuk Satgas Calo Ketenagakerjaan di Kab. Bekasi" tambahnya lagi.

Sementara Vidi Christianto perwakilan dari industri memberikan tips dan trik agar bisa diterima di perusahaan diantaranya, para pelamar harus tahu betul perusahaan yang akan dilamarnya, jangan mengirim lamaran tanpa tahu perusahaan tersebut produksi apa dan sebagainya. Dan yang paling penting sikap pelamar juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi para perusahaan.

"Pelamar harus tahu dulu dia melamar diperusahaan apa, kenali perusahaannya, kenali perusahaannya produksi apa sehingga ketika melamar paling tidak punya bekal ketika di wawancara. Hal lain yang penting juga sikap atau attidute pelamar juga menjadi pertimbangkan, misalnya melamar di perusahaan asal Jepang ya bersikap seperti budaya kerja di negara tersebut" kata Vidi.

Sementara Bang Jund pegiat Berbagi Amplop Gratis membagikan kisahnya bagaimana pertama kali merintis kegiatan berbagi amplop dari keprihatinannya banyaknya pelamar yang kesulitan mencari amplop di kawasan industri ketika tiba-tiba ada lowongan yang dibuka dan ingin melamar biasanya pelamar kesulitan mencari amplop karena dadakan.

"Awalnya 2019 itu pak, ya saya prihatin karena banyak pelamar yang tiba-tiba ada perusahaan buka lowongan dan dia tidak bisa mencari amplop maka itu saya berinisiatif membuat gerakan ini" katanya.

Selain berbagi amplop pada dinamikanya Bang Jund juga berbagi air minum, pulpen dan snack banyak yang pada akhirnya menitipkan amanah kepada Bang Jund untuk tidak berbagi amplop saja.

"Sekarang selain berbagi amplop juga ada kertas folio, pulpen, air minum. Dan ada juga yang mengamanahkan untuk dibelikan snack dan dibagikan kepada pelamar" kata Bang Jund.

Sesi acara ditutup dengan dialog serta ramah tamah pada pukul 21.30 WIB. (bs).

Topik Terkait

Komunitas Diskominfosantik gelar Ngobak Jilid Tantangan
Artikel Selanjutnya
Pocong Ikut Sosialisasi Patuh Berlalu Lintas Berita Pocong Ikut Sosialisasi Patuh Berlalu Lintas 2 tahun lalu

Komentar

Belum ada komentar nih, yuk komentarin.

Kamu perlu Masuk untuk berkomentar. Belum punya akun? Yuk daftarin. Daftar