Video selesai

Putar ulang sekarang, atau lanjut ke video berikutnya dalam 5 detik.

1
chat_bubble_outline 0
1
26 minggu lalu Umum visibility 167
Tuan Rumah Hajatan Tutup Usia Dianiaya Preman Karena Tolak Berikan Uang Jatah
PURWAKARTA, DAERAH - Duka mendalam menyelimuti sebuah pesta pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4/2026). Suasana bahagia yang seharusnya menjadi momen sakral justru berubah menjadi tragedi, setelah tuan rumah hajatan bernama Dadang meninggal dunia akibat diduga dikeroyok sekelompok pria yang meminta “jatah”.

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB, ketika sejumlah pria datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada korban. Permintaan tersebut diduga merupakan bentuk pemalakan. Saat itu, korban sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, para pelaku kembali dan meminta tambahan uang hingga Rp500 ribu. Korban menolak permintaan tersebut, yang kemudian memicu keributan di luar tenda acara. Situasi dengan cepat memanas hingga berujung aksi kekerasan brutal.

Korban diduga dikeroyok oleh lebih dari dua orang menggunakan benda keras, termasuk bambu yang kemudian ditemukan di lokasi kejadian. Akibat penganiayaan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri di tempat.

Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pun pecah. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kepanikan warga yang berlarian serta berupaya memberikan pertolongan kepada korban yang sudah terkapar. Istri korban bahkan dilaporkan pingsan di lokasi karena tak kuasa menahan kesedihan.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan memburu pelaku lain yang terlibat. Kasus ini dikategorikan sebagai penganiayaan berat yang menyebabkan kematian.

Tragedi ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah acara keluarga yang seharusnya penuh kebahagiaan. Selain itu, dugaan adanya unsur premanisme dan pemalakan kembali menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.

Login diperlukan

Untuk memberi suka atau menulis komentar, silakan login atau daftar terlebih dahulu.